Kamis, 18 Februari 2016

AKU INGIN JADI ANAK ALLAH

Yohanes 1:11-13
11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Keselamatan berlaku pada semua orang yang percaya tetapi menjadi seorang anak Allah adalah dimensi yang lain. Ketika Yesus datang kepada manusia, manusia malah menolak dan tidak menerima Dia. Semua orang yang menerimaNya diberinya kuasa. Menerima=take with the hand, take in order to carry away, artinya bagaimana membawa Kristus dalam seluruh keberadaan hidup kita, membawa dan memastikan Yesus selalu dibawa dalam semua area dan aspek hidup kita, semua yang menjadi prinsip hidupnya, semua yang menjadi tujuan keberadaan Dia, dibawa masuk kedalam hidup seseorang, dibawa kemanapun orang itu pergi (carry away). 

Bukan sekedar orang percaya kepada Yesus dan berkata “Tuhan, masuklah dalam hatiku menjadi Raja dan Tuhan dan selamatkanlah aku”. Kata menerima disini menunjukkan sesuatu yang lebih dalam dari pada sekedar percaya kepada Yesus. Ketika kita menerimaNya, maka kita akan diberinya kuasa, bukan kuasa yang tertulis pada Markus 16 (kuasa menjadi orang percaya,bisa mengusir setan,menyembuhkan orang sakit,minum racun maut, dan sebagainya), tetapi ini adalah level yang lebih tinggi dari kuasa untuk menjadi orang percaya yaitu kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Power  to become Son’s of God. Kalau kita tidak pernah menjadi anak Allah, kita tidak akan sampai pada kemuliaan. 
Setiap orang yang menerimaNya diberiNya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Tidak semua orang yang lahir baru menjadi anak-anak Allah. Tidak semua orang yang pergi ke gereja menjadi anak-anak Allah. Tetapi hanya mereka yang sudah menerima kuasa untuk menjadi Anak Allah-lah yang bisa disebut sebagai anak-anak Allah.
Roma  9:6-8.
6  Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,
7  dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
8  Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.
Tidak semua orang yang percaya pada Yesus yang disebut anak-anak Allah. Tidak semua keturunan Abraham adalah anak Abraham. Ada satu tingkatan/level yang lain untuk menjadi anak-anak Allah. Itulah sebabnya Yesus disebut Anak Allah. Sebutan anak Allah bukanlah sebutan picisan dan gampangan tetapi sebutan bagi orang yang sudah tahu apa yang akan Tuhan lakukan dalam dirinya. Dan bagi mereka yang menerima kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.
Kita bisa disebut anak Allah jika kita :

 1.  Percaya di dalam namaNya. 
 Kisah Rasul 4:12, Amsal 18:10, Mat 19:29. Nama merupakan identitas dan jati diri. Allah selalu memperkenalkan diriNya dengan sebuah nama. Nama Tuhan hanya bisa berkuasa ketika seseorang mengenalNya dengan akurat. Dia selalu menunjukkan siapa namaNya. Ketika kita percaya akan namaNya, maka namaNya akan menjadi pelindung kita. Tuhan berjalan di tengah-tengah umatNya dan memperdengarkan namaNya. Ketika kita bergaul dengan Dia, kita harus merindukan agar Tuhan menyatakan siapa diriNya. 
Bangunlah hubungan yang intim dengan Dia sampai Ia berkenan menampakkan diriNya kepada kita dan Ia menyatakan siapa diriNya,maka kita akan diberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Kita punya harapan menjadi keluarga Illahi dan disebut anak-anak Allah. Yesus adalah kakak sulung dan kita adalah saudara-saudaraNya. Seringkali kita terlalu familiar dengan sebutan anak Allah atau anak Tuhan. Alkitab memiliki standar yang berbeda. Yesus disebut anak Allah oleh BapaNya. Karena Yesus melakukan apa yang menjadi kehendak BapaNya. 

 2.    Tidak ada yang bisa menerima kuasa menjadi anak-anak Allah tanpa kematian daging. 

Anak-anak menurut daging bukanlah anak Allah. anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam namaNya dan bukan diperanakan dari darah dan daging. 

Roma 8:13-21. Orang yang dipimpin oleh roh Allah adalah anak-anak Allah.
 Anak-anak yang lahir dari roh-lah yang disebut anak-anak Allah. Anak-anak yang lahir dan dipimpin oleh roh yang disebut anak-anak Allah. Tidak ada jalan lain untuk menjadi gereja yang memerintah kecuali dengan kematian daging. Hanya dengan kematian daging maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan. Apostolic Movement berbicara seberapa banyak orang menjadi seperti Dia.
Refleksi tahun ini adalah seberapa persen dari hidup kita menjadi semakin serupa dengan kita dimana area  kemarahan, perselisihan, ketawaran hati, sakit hati, emosi, kemunafikan, iri hati, apatis/dingin, careless/tidak peduli, luka batin menjadi semakin berkurang di dalam dirimu dan tidak lagi mengganggu dan mendapat tempat di dalam hidup kita. Refleksi di dalam hidupmu, daging apa yang masih kita biarkan hidup di dalam hidup kita. Kita butuh api Tuhan membakar hidup kita agar tidak ada lagi kedagingan didalam hidup kita. Pastikan selalu ada penyerahan hak, kematian daging di dalam hidup kita.
Roma 8:29  Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Inilah yang Tuhan rindukan!
2 Kor 3:18. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Kerinduan Tuhan terbesar adalah bagaimana manusia menjadi semakin serupa dengan Dia. 

Yesus Kristus berhasil menjadi seorang manusia sekaligus menjadi seorang anak Allah di bumi ini. Dia menjadi pattern bagaimana kita harus menjadi anak Allah. Yesus hidup di dalam pola bagaimana Ia harus hidup sebagai anak dengan orang tua lahiriah dan bagaimana Ia harus hidup sebagai anak Allah. 
KerajaanNya akan termanifestasi nyata ditengah kehidupan kita dan disegala aspek hidup kita.  Tuhan Yesus memberkati!!