Senin, 18 April 2016

MEMBERI KESAKSIAN TENTANG KASIH SETIA ALLAH

 MEMBERI KESAKSIAN TENTANG KASIH SETIA ALLAH

1 Yohanes 5:5-13
Lukas 5:12-16
 
“TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB KITA SEBAGAI ANAK ALLAH IALAH MEMBERI KESAKSIAN TENTANG KASIH SETIA ALLAH”
 

Saudara-saudari terkasih,
Yesus sendiri, dengan kehadiranNya kedalam dunia telah menyatakan kehendak Allah yang secara khusus seperti yang kita lihat dalam bacaan Injil hari ini melalui suatu pengalaman istimewa dari seorang yang menderita sakit kusta; ia hidup dalam dunia yang  boleh dibilang sudah “mati”. Mati dalam komunikasinya dengan keluarga, mati dalam komunikasinya dengan komunitas. Tetapi Yesus sendiri dengan sangat tegas dan jelas mengklarifikasi keadaan itu ketika Yesus memenuhi keinginan orang yang sakit kusta itu untuk “sembuh”. Yesus benar-benar telah memenuhi keinginan kita juga untuk menjadi bersih dan sembuh dari setiap sakit penyakit dalam diri kita yang sangat mungkin bisa menghambat dan mengganggu kehidupan ini dalam menjawab panggilan kita untuk hidup dalam kasihNya.
 
Dalam bacaan pertama, Santu Yohanes mengingatkan kita bahwa dengan iman/kepercayaan dan penyerahan yang total kepada kepada Yesus Anak Allah, kita pun akan ikut ambil bagian dalam proses penyelamatan. Karena kita memiliki kasih dan kehidupan dalam Kristus; kehidupan baru yang kita terima dari Yesus tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tetapi juga untuk orang yang kita jumpai dalam kehidupan ini, untuk mereka yang sungguh-sungguh ingin mengalami kehidupan dan kasih karunia Allah.
Saudara-saudariku terkasih,
 
Apabila anda mendapat kesempatan hari ini menerima komuni kudus dalam perayaan ekaristi, atau yang mau mengawali hari ini dengan renungannya hal ini akan menjadi sangat berarti kalau kita mau hening sejenak, merefleksi lalu coba mendoakan seseorang yang sangat khusus dan yang anda ingat saat ini, atau membuat suatu intensi menghadirkan kasih Allah kepada orang tersebut melalui kata-kata peneguhan, melalu tindakan-tindakan nyata bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih Allah. Dengan kata lain anda akan menjadi perpanjangan tangan Tuhan, penyambung lidah Allah bagi orang tersebut agar iapun boleh mengalami dan merasakan sentuhan tangan dan kasih Allah. Sangat mungkin ada orang disekitarmu yang ingin mendengar tentang Yesus…yang ingin tahu tentang Tuhan, yang penasaran tentang hidup kekristenan itu…yang ingin tahu tentang kehidupan kekal.
 
Mari kita satukan intensi kita diatas dengan rencana penyelamatan Allah agar semua orang pun boleh mengalamai dan mendapat kesempatan yang sama mengenal dan menerima kabar gembira yang telah Tuhan berikan kepada umat manusia oleh kehadiran Yesus ke dalam dunia ini. Mewartakan kabar sukacita kepada semua orang yang mau menerima dan mengalami kasih setia Allah seperti yang pernah dialami oleh orang yang sakit kusta dalam bacaan injil hari ini, yang kembali mengalami suatu kehidupan baru, dalam suatu komunikasi lagi dengan Tuhan, dalam komunikasinya lagi dengan keluarga dan sesama. Amin.