MEMBERI KESAKSIAN TENTANG KASIH SETIA ALLAH
1 Yohanes 5:5-13
Lukas 5:12-16
“TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB KITA SEBAGAI ANAK ALLAH IALAH MEMBERI KESAKSIAN TENTANG KASIH SETIA ALLAH”
Saudara-saudari terkasih,
Yesus sendiri,
dengan kehadiranNya kedalam dunia telah menyatakan kehendak Allah yang
secara khusus seperti yang kita lihat dalam bacaan Injil hari ini
melalui suatu pengalaman istimewa dari seorang yang menderita sakit
kusta; ia hidup dalam dunia yang boleh dibilang sudah “mati”. Mati
dalam komunikasinya dengan keluarga, mati dalam komunikasinya dengan
komunitas. Tetapi Yesus sendiri dengan sangat tegas dan jelas
mengklarifikasi keadaan itu ketika Yesus memenuhi keinginan orang yang
sakit kusta itu untuk “sembuh”. Yesus benar-benar telah memenuhi
keinginan kita juga untuk menjadi bersih dan sembuh dari setiap sakit
penyakit dalam diri kita yang sangat mungkin bisa menghambat dan
mengganggu kehidupan ini dalam menjawab panggilan kita untuk hidup dalam
kasihNya.
Dalam
bacaan pertama, Santu Yohanes mengingatkan kita bahwa dengan
iman/kepercayaan dan penyerahan yang total kepada kepada Yesus Anak
Allah, kita pun akan ikut ambil bagian dalam proses penyelamatan. Karena
kita memiliki kasih dan kehidupan dalam Kristus; kehidupan baru yang
kita terima dari Yesus tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tetapi
juga untuk orang yang kita jumpai dalam kehidupan ini, untuk mereka yang
sungguh-sungguh ingin mengalami kehidupan dan kasih karunia Allah.
Saudara-saudariku terkasih,
Apabila
anda mendapat kesempatan hari ini menerima komuni kudus dalam perayaan
ekaristi, atau yang mau mengawali hari ini dengan renungannya hal ini
akan menjadi sangat berarti kalau kita mau hening sejenak, merefleksi
lalu coba mendoakan seseorang yang sangat khusus dan yang anda ingat
saat ini, atau membuat suatu intensi menghadirkan kasih Allah kepada
orang tersebut melalui kata-kata peneguhan, melalu tindakan-tindakan
nyata bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih Allah. Dengan
kata lain anda akan menjadi perpanjangan tangan Tuhan, penyambung lidah
Allah bagi orang tersebut agar iapun boleh mengalami dan merasakan
sentuhan tangan dan kasih Allah. Sangat mungkin ada orang disekitarmu
yang ingin mendengar tentang Yesus…yang ingin tahu tentang Tuhan, yang
penasaran tentang hidup kekristenan itu…yang ingin tahu tentang
kehidupan kekal.
Mari kita satukan intensi kita diatas
dengan rencana penyelamatan Allah agar semua orang pun boleh mengalamai
dan mendapat kesempatan yang sama mengenal dan menerima kabar gembira
yang telah Tuhan berikan kepada umat manusia oleh kehadiran Yesus ke
dalam dunia ini. Mewartakan kabar sukacita kepada semua orang yang mau
menerima dan mengalami kasih setia Allah seperti yang pernah dialami
oleh orang yang sakit kusta dalam bacaan injil hari ini, yang kembali
mengalami suatu kehidupan baru, dalam suatu komunikasi lagi dengan
Tuhan, dalam komunikasinya lagi dengan keluarga dan sesama. Amin.