Senin, 30 Mei 2016

Pentingnya Membaca Alkitab

Pentingnya Membaca Alkitab


"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Mazmur 119:105)
"Ingatlah juga bahwa sejak kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan melalui iman kepada Kristus Yesus. Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik" (2 Tim. 3:15-17).

Setiap orang Kristen wajib membaca Alkitab, karena. Alkitab adalah yang diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Alkitab memperlihatkan kepada kita berapa banyak pekerjaan yang telah Allah lakukan bagi kita, berapa banyak orang yang Allah pimpin pada masa yang silam. Bila kita ingin mengetahui betapa limpah ruah dan luasnya yang Allah sediakan bagi kita, kita harus membaca Alkitab. Demikian juga bila kita ingin mengetahui bagaimana Allah selangkah demi selangkah memimpin orang, kita harus membaca Alkitab.
Dasar Allah berfirman kepada manusia dewasa ini, semuanya berdasar pada apa yang pernah Ia firmankan. Sukar sekali kita menemukan Allah berfirman kepada seseorang di luar Alkitab. Juga terhadap seseorang yang sudah jauh perjalanan rohaninya, kadangkala Allah memberikan wahyu-Nya masih dengan firman yang pernah Ia katakan dalam Alkitab. Firman Allah sekarang mi, sebenarnya hanya merupakan pengulangan kembali dari apa yang pernah Ia katakan. jika seseorang tidak mengenal perkataan yang telah Allah katakan itu, maka tidak mudah baginya untuk mendapatkan wahyu Allah, karena dia kekurangan syarat bagi Allah untuk berfirman kepadanya.
Jika Allah ingin berfirman kepada seseorang melalui diri kita, itu juga berdasar pada apa yang pernah Ia katakan. Bila kita tidak mengetahui firman yang telah Allah katakan, Allah takkan berfirman kepada orang lain melalui kita, sehingga kita akan menjadi orang yang tak berguna di hadapan Allah.

Karena itu, kita harus dengan kayanya menyimpan firman Allah di dalam hati kita, barulah kita dapat mengetahui jalan Allah pada masa lampau, mendengar firman Allah hari ini, dan melalui kita Allah dapat berfirman kepada orang lain.
Alkitab adalah sebuah buku yang hebat dan besar. Dalam seumur hidup kita, meskipun seluruh waktu itu kita curahkan padanya, paling-paling kita hanya menjamah sebagiannya saja. Ingin memahami Alkitab tanpa mengeluarkan waktu, itu mustahil. Bagi orang Kristen yang masih muda haruslah cepat-cepat mengeluarkan waktu atas firman Allah, agar bisa memiliki firman yang kaya limpah, sehingga setelah kita mencapai usia setengah baya atau tua, kita bisa menyuplai diri sendiri dan orang lain.

Setiap orang yang mau mengenal Allah, wajib membaca Alkitab dengan seksama. Begitu seseorang percaya Tuhan, harus segera mengetahui pentingnya membaca Alkitab.

Senin, 18 April 2016

MEMBERI KESAKSIAN TENTANG KASIH SETIA ALLAH

 MEMBERI KESAKSIAN TENTANG KASIH SETIA ALLAH

1 Yohanes 5:5-13
Lukas 5:12-16
 
“TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB KITA SEBAGAI ANAK ALLAH IALAH MEMBERI KESAKSIAN TENTANG KASIH SETIA ALLAH”
 

Saudara-saudari terkasih,
Yesus sendiri, dengan kehadiranNya kedalam dunia telah menyatakan kehendak Allah yang secara khusus seperti yang kita lihat dalam bacaan Injil hari ini melalui suatu pengalaman istimewa dari seorang yang menderita sakit kusta; ia hidup dalam dunia yang  boleh dibilang sudah “mati”. Mati dalam komunikasinya dengan keluarga, mati dalam komunikasinya dengan komunitas. Tetapi Yesus sendiri dengan sangat tegas dan jelas mengklarifikasi keadaan itu ketika Yesus memenuhi keinginan orang yang sakit kusta itu untuk “sembuh”. Yesus benar-benar telah memenuhi keinginan kita juga untuk menjadi bersih dan sembuh dari setiap sakit penyakit dalam diri kita yang sangat mungkin bisa menghambat dan mengganggu kehidupan ini dalam menjawab panggilan kita untuk hidup dalam kasihNya.
 
Dalam bacaan pertama, Santu Yohanes mengingatkan kita bahwa dengan iman/kepercayaan dan penyerahan yang total kepada kepada Yesus Anak Allah, kita pun akan ikut ambil bagian dalam proses penyelamatan. Karena kita memiliki kasih dan kehidupan dalam Kristus; kehidupan baru yang kita terima dari Yesus tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tetapi juga untuk orang yang kita jumpai dalam kehidupan ini, untuk mereka yang sungguh-sungguh ingin mengalami kehidupan dan kasih karunia Allah.
Saudara-saudariku terkasih,
 
Apabila anda mendapat kesempatan hari ini menerima komuni kudus dalam perayaan ekaristi, atau yang mau mengawali hari ini dengan renungannya hal ini akan menjadi sangat berarti kalau kita mau hening sejenak, merefleksi lalu coba mendoakan seseorang yang sangat khusus dan yang anda ingat saat ini, atau membuat suatu intensi menghadirkan kasih Allah kepada orang tersebut melalui kata-kata peneguhan, melalu tindakan-tindakan nyata bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih Allah. Dengan kata lain anda akan menjadi perpanjangan tangan Tuhan, penyambung lidah Allah bagi orang tersebut agar iapun boleh mengalami dan merasakan sentuhan tangan dan kasih Allah. Sangat mungkin ada orang disekitarmu yang ingin mendengar tentang Yesus…yang ingin tahu tentang Tuhan, yang penasaran tentang hidup kekristenan itu…yang ingin tahu tentang kehidupan kekal.
 
Mari kita satukan intensi kita diatas dengan rencana penyelamatan Allah agar semua orang pun boleh mengalamai dan mendapat kesempatan yang sama mengenal dan menerima kabar gembira yang telah Tuhan berikan kepada umat manusia oleh kehadiran Yesus ke dalam dunia ini. Mewartakan kabar sukacita kepada semua orang yang mau menerima dan mengalami kasih setia Allah seperti yang pernah dialami oleh orang yang sakit kusta dalam bacaan injil hari ini, yang kembali mengalami suatu kehidupan baru, dalam suatu komunikasi lagi dengan Tuhan, dalam komunikasinya lagi dengan keluarga dan sesama. Amin.

Rabu, 02 Maret 2016

Tanggung Jawab Sebagai Anak Allah

 Tanggung Jawab Sebagai Anak Allah

Hab 3: 17-19 dan Ibr 6: 1-8
Sejak kita dilahirkan baru, kita mulai masuk pada jalur perlombaan iman dan kita harus dapat mencapai garis finish. Kita harus menyadari hal ini dan berusaha sebaik-baiknya dalam kehidupan kerohanian kita, supaya bertumbuh dan berbuah lebat bagi Kerajaan Allah.Pertumbuhan kerohanian kita, tergantung seberapa besar kita menyediakan diri, waktu dan kehidupan kita untuk Dia.
Demikian juga dalam hal melayani pekerjaan Tuhan, jangan biarkan diri kita menjadi bayi rohani saja, tetapi harus bertumbuh dan kita harus mulai hidup dalam kuasa Allah, mau memberitakan Injil, melahirkan anak-anak rohani dan memuridkannya.

Dalam II Tim 2: 4-5 Paulus mengingatkan kita supaya kita jangan hanya sibuk dengan diri sendiri dengan segala permasalahannya. Sekarang sudah tidak banyak waktu lagi, kita sekarang harus lebih banyak menyediakan waktu untuk Tuhan, roh kita harus selalu ada dalam hadirat-Nya.Apapun pekerjaan yang sedang kita lakukan, roh kita tetap kontak dengan Roh Allah. Selalu ada komunikasi dan selalu bersukacita. Hal ini merupakan perisai hidup kita,benteng yang melindungi dari
serangan Si Iblis.

Bagi orang-orang percaya yang sudah dipenuhi Roh Kudus dengan kuasa dan segala karunia-Nya, harus mempertanggung jawabkan itu dengan jalan hidup benar dan kudus. Jangan kita menjadi murtad, sebab dengan demikian berarti kita menyalibkan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya bagi diri sendiri dan menghina-Nya di muka umum. Kita harus menjaga kehidupan kita jangan sampai menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Yang perlu dilakukan untuk mempertahankan iman dan kehidupan kerohanian kita, supaya jangan jatuh dan menjadi murtad adalah :
1. Roma 8:9-10 Kesadaran diri bahwa sejak kita mengalami kelahiran baru, kita menjadi anak Allah dan sudah pindah dari hukum maut ke dalam hukum roh yaitu hidup yang kekal.

2. Maz 18:51 Urapan, kita sudah menerima urapan Roh Kudus yang membuat kita menjadi orang kristen yang berpotensi dan kita menjadi orang yang dikasihi Allah.Orang yang diurapi Tuhan, akan mendapat benteng keselamatan dan Tuhan adalah kekuatanku (Maz 28:Cool.

3. Gal 5:16-18, Hidup dipimpin oleh Roh. Dengan minta dipimpin Roh, kita dapat menanggalkan keinginan daging, karena keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh. Kita harus selalu minta pimpinan Roh dalam setiap langkah kehidupan kita dan mendahulukan Tuhan dalam segala hal.Kita harus sadar akan kedudukan kita sebagai anak Allah dan bukan lagi kita sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita dan hidup untuk iman dalam Tuhan Yesus(Gal 2:20)

4. Yak 1:22-25, Tetap tinggal dalam Firman-Nya. Kita jangan hanya menjadi pendengar saja,tetapi harus menjadi pelaku Firman. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Firman-Nya harus tetap tinggal di dalam kita dan kita berpegang teguh di dalam Dia, maka apa yang kita minta, kita akan menerimanya (Yoh 15:7).

5. Mat 19:17 Taat pada perintah-perintahNya. Kita harus selalu taat pada perintah-perintah Allah. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, karena semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.Bila kita taat pada perintah-perintah-Nya, berarti kita juga mengasihi Allah. Kita memiliki iman yang mengalahkan dunia, karena kita percaya bahwa Yesus adalah anak Allah (IYoh 5:2-5).
Amin.

Kamis, 18 Februari 2016

AKU INGIN JADI ANAK ALLAH

Yohanes 1:11-13
11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Keselamatan berlaku pada semua orang yang percaya tetapi menjadi seorang anak Allah adalah dimensi yang lain. Ketika Yesus datang kepada manusia, manusia malah menolak dan tidak menerima Dia. Semua orang yang menerimaNya diberinya kuasa. Menerima=take with the hand, take in order to carry away, artinya bagaimana membawa Kristus dalam seluruh keberadaan hidup kita, membawa dan memastikan Yesus selalu dibawa dalam semua area dan aspek hidup kita, semua yang menjadi prinsip hidupnya, semua yang menjadi tujuan keberadaan Dia, dibawa masuk kedalam hidup seseorang, dibawa kemanapun orang itu pergi (carry away). 

Bukan sekedar orang percaya kepada Yesus dan berkata “Tuhan, masuklah dalam hatiku menjadi Raja dan Tuhan dan selamatkanlah aku”. Kata menerima disini menunjukkan sesuatu yang lebih dalam dari pada sekedar percaya kepada Yesus. Ketika kita menerimaNya, maka kita akan diberinya kuasa, bukan kuasa yang tertulis pada Markus 16 (kuasa menjadi orang percaya,bisa mengusir setan,menyembuhkan orang sakit,minum racun maut, dan sebagainya), tetapi ini adalah level yang lebih tinggi dari kuasa untuk menjadi orang percaya yaitu kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Power  to become Son’s of God. Kalau kita tidak pernah menjadi anak Allah, kita tidak akan sampai pada kemuliaan. 
Setiap orang yang menerimaNya diberiNya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Tidak semua orang yang lahir baru menjadi anak-anak Allah. Tidak semua orang yang pergi ke gereja menjadi anak-anak Allah. Tetapi hanya mereka yang sudah menerima kuasa untuk menjadi Anak Allah-lah yang bisa disebut sebagai anak-anak Allah.
Roma  9:6-8.
6  Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,
7  dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
8  Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.
Tidak semua orang yang percaya pada Yesus yang disebut anak-anak Allah. Tidak semua keturunan Abraham adalah anak Abraham. Ada satu tingkatan/level yang lain untuk menjadi anak-anak Allah. Itulah sebabnya Yesus disebut Anak Allah. Sebutan anak Allah bukanlah sebutan picisan dan gampangan tetapi sebutan bagi orang yang sudah tahu apa yang akan Tuhan lakukan dalam dirinya. Dan bagi mereka yang menerima kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.
Kita bisa disebut anak Allah jika kita :

 1.  Percaya di dalam namaNya. 
 Kisah Rasul 4:12, Amsal 18:10, Mat 19:29. Nama merupakan identitas dan jati diri. Allah selalu memperkenalkan diriNya dengan sebuah nama. Nama Tuhan hanya bisa berkuasa ketika seseorang mengenalNya dengan akurat. Dia selalu menunjukkan siapa namaNya. Ketika kita percaya akan namaNya, maka namaNya akan menjadi pelindung kita. Tuhan berjalan di tengah-tengah umatNya dan memperdengarkan namaNya. Ketika kita bergaul dengan Dia, kita harus merindukan agar Tuhan menyatakan siapa diriNya. 
Bangunlah hubungan yang intim dengan Dia sampai Ia berkenan menampakkan diriNya kepada kita dan Ia menyatakan siapa diriNya,maka kita akan diberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Kita punya harapan menjadi keluarga Illahi dan disebut anak-anak Allah. Yesus adalah kakak sulung dan kita adalah saudara-saudaraNya. Seringkali kita terlalu familiar dengan sebutan anak Allah atau anak Tuhan. Alkitab memiliki standar yang berbeda. Yesus disebut anak Allah oleh BapaNya. Karena Yesus melakukan apa yang menjadi kehendak BapaNya. 

 2.    Tidak ada yang bisa menerima kuasa menjadi anak-anak Allah tanpa kematian daging. 

Anak-anak menurut daging bukanlah anak Allah. anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam namaNya dan bukan diperanakan dari darah dan daging. 

Roma 8:13-21. Orang yang dipimpin oleh roh Allah adalah anak-anak Allah.
 Anak-anak yang lahir dari roh-lah yang disebut anak-anak Allah. Anak-anak yang lahir dan dipimpin oleh roh yang disebut anak-anak Allah. Tidak ada jalan lain untuk menjadi gereja yang memerintah kecuali dengan kematian daging. Hanya dengan kematian daging maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan. Apostolic Movement berbicara seberapa banyak orang menjadi seperti Dia.
Refleksi tahun ini adalah seberapa persen dari hidup kita menjadi semakin serupa dengan kita dimana area  kemarahan, perselisihan, ketawaran hati, sakit hati, emosi, kemunafikan, iri hati, apatis/dingin, careless/tidak peduli, luka batin menjadi semakin berkurang di dalam dirimu dan tidak lagi mengganggu dan mendapat tempat di dalam hidup kita. Refleksi di dalam hidupmu, daging apa yang masih kita biarkan hidup di dalam hidup kita. Kita butuh api Tuhan membakar hidup kita agar tidak ada lagi kedagingan didalam hidup kita. Pastikan selalu ada penyerahan hak, kematian daging di dalam hidup kita.
Roma 8:29  Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Inilah yang Tuhan rindukan!
2 Kor 3:18. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Kerinduan Tuhan terbesar adalah bagaimana manusia menjadi semakin serupa dengan Dia. 

Yesus Kristus berhasil menjadi seorang manusia sekaligus menjadi seorang anak Allah di bumi ini. Dia menjadi pattern bagaimana kita harus menjadi anak Allah. Yesus hidup di dalam pola bagaimana Ia harus hidup sebagai anak dengan orang tua lahiriah dan bagaimana Ia harus hidup sebagai anak Allah. 
KerajaanNya akan termanifestasi nyata ditengah kehidupan kita dan disegala aspek hidup kita.  Tuhan Yesus memberkati!!