Tanggung Jawab Sebagai Anak Allah
Hab 3: 17-19 dan Ibr 6: 1-8
Sejak kita dilahirkan baru, kita mulai masuk pada jalur perlombaan iman dan kita harus dapat mencapai garis finish. Kita harus menyadari hal ini dan berusaha sebaik-baiknya dalam kehidupan kerohanian kita, supaya bertumbuh dan berbuah lebat bagi Kerajaan Allah.Pertumbuhan kerohanian kita, tergantung seberapa besar kita menyediakan diri, waktu dan kehidupan kita untuk Dia.
Demikian juga dalam hal melayani pekerjaan Tuhan, jangan biarkan diri kita menjadi bayi rohani saja, tetapi harus bertumbuh dan kita harus mulai hidup dalam kuasa Allah, mau memberitakan Injil, melahirkan anak-anak rohani dan memuridkannya.
Sejak kita dilahirkan baru, kita mulai masuk pada jalur perlombaan iman dan kita harus dapat mencapai garis finish. Kita harus menyadari hal ini dan berusaha sebaik-baiknya dalam kehidupan kerohanian kita, supaya bertumbuh dan berbuah lebat bagi Kerajaan Allah.Pertumbuhan kerohanian kita, tergantung seberapa besar kita menyediakan diri, waktu dan kehidupan kita untuk Dia.
Demikian juga dalam hal melayani pekerjaan Tuhan, jangan biarkan diri kita menjadi bayi rohani saja, tetapi harus bertumbuh dan kita harus mulai hidup dalam kuasa Allah, mau memberitakan Injil, melahirkan anak-anak rohani dan memuridkannya.
Dalam II Tim 2: 4-5 Paulus mengingatkan kita supaya kita jangan hanya sibuk dengan diri sendiri dengan segala permasalahannya. Sekarang sudah tidak banyak waktu lagi, kita sekarang harus lebih banyak menyediakan waktu untuk Tuhan, roh kita harus selalu ada dalam hadirat-Nya.Apapun pekerjaan yang sedang kita lakukan, roh kita tetap kontak dengan Roh Allah. Selalu ada komunikasi dan selalu bersukacita. Hal ini merupakan perisai hidup kita,benteng yang melindungi dari
serangan Si Iblis.
Bagi orang-orang percaya yang sudah dipenuhi Roh Kudus dengan kuasa dan segala karunia-Nya, harus mempertanggung jawabkan itu dengan jalan hidup benar dan kudus. Jangan kita menjadi murtad, sebab dengan demikian berarti kita menyalibkan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya bagi diri sendiri dan menghina-Nya di muka umum. Kita harus menjaga kehidupan kita jangan sampai menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Yang perlu dilakukan untuk mempertahankan iman dan kehidupan kerohanian kita, supaya jangan jatuh dan menjadi murtad adalah :
1. Roma 8:9-10 Kesadaran diri bahwa sejak kita mengalami kelahiran baru, kita menjadi anak Allah dan sudah pindah dari hukum maut ke dalam hukum roh yaitu hidup yang kekal.
2. Maz 18:51 Urapan, kita sudah menerima urapan Roh Kudus yang membuat kita menjadi orang kristen yang berpotensi dan kita menjadi orang yang dikasihi Allah.Orang yang diurapi Tuhan, akan mendapat benteng keselamatan dan Tuhan adalah kekuatanku (Maz 28:
3. Gal 5:16-18, Hidup dipimpin oleh Roh. Dengan minta dipimpin Roh, kita dapat menanggalkan keinginan daging, karena keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh. Kita harus selalu minta pimpinan Roh dalam setiap langkah kehidupan kita dan mendahulukan Tuhan dalam segala hal.Kita harus sadar akan kedudukan kita sebagai anak Allah dan bukan lagi kita sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita dan hidup untuk iman dalam Tuhan Yesus(Gal 2:20)
4. Yak 1:22-25, Tetap tinggal dalam Firman-Nya. Kita jangan hanya menjadi pendengar saja,tetapi harus menjadi pelaku Firman. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Firman-Nya harus tetap tinggal di dalam kita dan kita berpegang teguh di dalam Dia, maka apa yang kita minta, kita akan menerimanya (Yoh 15:7).
5. Mat 19:17 Taat pada perintah-perintahNya. Kita harus selalu taat pada perintah-perintah Allah. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, karena semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.Bila kita taat pada perintah-perintah-Nya, berarti kita juga mengasihi Allah. Kita memiliki iman yang mengalahkan dunia, karena kita percaya bahwa Yesus adalah anak Allah (IYoh 5:2-5).
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar